Minggu, 10 Februari 2013


Tumbuh – tumbuhan ( Flora) dan hewan ( Fauna ). 
 Lebih dari 60 % hutan di Asia Tenggara adalah hutan tropis, ada dua jenis hutan tropis di Asia Tenggara yaitu : 
1. Hutan tropis basah, terutama terdapat di dataran-dataran rendah di sekitar equator yang banyak hujannya dan pendek musim kemaraunya. 
2. Hutan musim, terdapat pada daerah yang mengalami musim kemarau yang panjang, misalnya Myanmar bagian tengah, NTT dan sebagainya.

Selain itu terdapat corak hutan dengan wilayah hutanyang tidak begitu luas antara lain : 
1. Hutan mangrove ( hutan bakau ) pada pantai yang penuh dengan endapan Lumpur misalnya pada pantai semenanjung Malaya, pantai utara jawa, pantai selatan Kalimantan dan sebagainya. 
2. Hutan nyiur atau cemara laut pada pantai berpasir. 
3. Hutan Alvina, terutama dengan jenis-jenis pinus, terdapat di daerah pegunungan yang tingginya 700 – 1000 meter di atas permukaan laut. 
4. Hutan lumut terdapat pada ketinggian di atas 1700 meter di atas permukaan laut.

Dari segi fauna ada perbedaan antara jenis-jenis fauna di sebelah barat garis Wallace dan daerah sebelah timurnya, yaitu daerah transisi ( antara garis Wallace dan Weber ) dan sebelah timur garis Weber.

Fauna di dangkalan sahul mempunyai corak Austalis, misalnya binatang-binatang berkantong ( kaskus,kanguru,dll ), burung yang indah-indah ( cenderawasih, nuri, kakatua,dan sebagainya ) Fauna di dangkalan sunda mempunyai corak Asiatis, misalnya gajah, harimau, orang utan, kera, dan sebagainya. Sedangkan di daerah Wallace sebagian menunjukkan cirri-ciri Asiatis, sebagian Australis, tetapi sebagian juga merupakan fauna yang khas untuk daerah itu saja, misalnya anoa, komodo, dan lain-lain.

Perbedaan ini disebabkan karena lamanya periode terpisahnya Australia dari Asia. Migrasi ( perpindahan ) berlangsung dari Asia dan Australia ke pulau-pulau semenanjung Asia tenggara, yang merupakan daerah transisi zoogeografis.
Di daerah hutan hujan tropis di Asia Tenggara berbagai jenis binatang buas, seperti macan, badak, gajah disamping berbagai jenis burung.

Menurut Van Steenis (ahli tumbuh-tumbuhan ) di Indonesia ada 4000 jenis pohon-pohonan,1500 pakis, dan 5000 jenis anggrek. Tumbuh-tumbuhan yang berbunga kurang lebih 25 macam dan yang tidak berbunga 1750 macam. Selain itu, flora di Indonesia hidupnya sangat subur karena :
1. Tanah yang sangat subur. 
2. Curah hujan yang tinggi dan bervariasi sepanjang tahun 
3. Temperatur yang tinggi sepanjang tahun

Keadaan alam tumbuhan ( vegetasi ) di Indonesia secara alami tidak seluruhnya sama, baik dalam jenis maupun kepadatan. Hal ini tergantung pada berbagai factor antara lain : Iklim, keadaan tanah, relief dan kegiatan manusia.

Faktor iklim sangat mempengaruhi kepadatan dan jenis tumbuh- tumbuhan alami (hutan heterogen) ada daerah yang hutannya jarang, tumbuh-tumbuhannya sejenis (hutan homogen). Makin kurang curah hujan vegetasinya makin jarang dan makin sedikit jenisnya. Selain faktor iklim, juga faktor letak tempat turut berpengaruh terhadap kepadatan vegetasi. Berdasarkan iklim dan letak tempat, vegetasi dapat digolongkan sebagai berikut : 
1. Hutan hujan tropik atau hutan raya berdaun lebat, pada daerah tropis yang banyak curah hujannya. 
2. Hutan musim atau hutan meranggas, terdapat di daerah yang kurang curah hujannya. 
3. Hutan bakau atau hutan mangrove, terdapat di daerah pantai yang berawa-rawa. 
4. Hutan pegunungan, pohon-pohonya berdaun jarum. 
5. Hutan lumut, terdapat di pegunungan tinggi, pohon dan tanahnya tertutup lumut

Menurut F. Junghun, berdasarkan ketinngian tempat, keadaan iklimnya dibagi atas 5 zone, yaitu : 
1. Daerah panas sampai ketinggian 600 m, yang cocok adalah tanaman padi dan tebu. 
2. Daerah subtropik pada ketinggian > 600 m sampai 1500 m, cocok untuk tanaman tembakau, kopi dan coklat. 
3. Daerah sejuk, pada ketinggian > 1500 m sampai dengan 2500 m, cocok untuk tanaman kopi, teh, kina, sayuran. 
4. Daerah dingin, pada ketinggian > 2500 m sampai dengan 3500 m, tak ada tanaman budidaya yang cocok. 
5. Daerah salju,pada ketinggian > 3500 m

Dari segi fauna, di Indonesia terdapat berbagai jenis hewan alami, penyebarannya dipengaruhi oleh :  Angin dan air, Manusia disengaja atau tidak disengaja dan Binatang itu sendiri baik melalui darat, laut maupun udara

Menurut teori Wallace, yang sebelumnya telah dikemukakan oleh Earle bahwa fauna sumatera dan jawa mempunyai kesamaan dengan fauna Asia, dan fauna di Irian banyak persamaannya dengan fauna Australia. Dalam peta walacce membuat garis yang memisahkan antara fauna-fauna terdapat di sumatera, Kalimantan dan jawa dengan fauna-fauna yang terdapat di Sulawesi dan Maluku. Sedngkan Weber membuat garis di peta yang memisahkan antara fauna di sulawesi dan Maluku dengan fauna Australia yang ada di Irian. Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka fauna di Indonesia dapat dibagi atas tiga bagian besar yaitu :

• Jenis binatang Asia, terdapat di Indonesia bagian barat
• Jenis binatang peralihan atau campuran, terdapat di Indonesia bagian tengah
• Jenis binatang Australia, terdapat di Indonesia bagian timur

Untuk menjaga kelestariannya flora dan fauna di Indonesia maka dibuatlah di beberapa tempat “ suaka alam “ yang terdiri dari “ suaka marga satwa dan “ cagar alam “. Suaka marga satwa adalah tempat dimana binatang alam di lingdungi dari kepunahannya, sedang cagar alam adalah tempat dimana tumbuhan alam dilingdungi dari kepunahannya. Suaka alam ini penting artinya bagi penyelidikan ilmu pengetahuan dan obyek wisata.

B.Persebaran Flora & Fauna / Hewan dan Tumbuhan di Indonesia – Ilmu Geografi
Indonesia meliliki keanekaragaman flora dan fauna baik di Indonesia bagian barat, tengah dan timur akibat pengaruh keadaan alam, rintangan alam dan pergerakan hewan di alam bebas. Ketiga wilayah di Indonesia memiliki keunikan dan ciri khas keragaman binatang dan tanaman yang ada di alam bebas.
Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber adalah orang-orang yang mengelompokkan tipe flora dan fauna Indonesia ke dalam tiga kelompok, yaitu :
1. Fauna Asiatis
Wilayah = Indonesia bagian barat (sumatera, jawa, kalimantan hingga selat makassar
dan selat lombok )
Hewan = badak, harimau, orangutan, gajah, dsb.
2. Fauna Peralihan dan Fauna Asli
Wilayah = Indonesia bagian tengah (sulawesi dan nusa tenggara)
Hewan = Babi rusa, kuskus, burung maleo, kera, dll.
3. Fauna Australis
Wilayah = Indonesia bagian timur (papua)
Binatang = Burung cendrawasih, burung kakatua, kangguru, dsb.
- Dalam peta persebaran flora dan fauna Indonesia :
Antara fauna tipe asiatis dan peralihan terdapat garis wallace.
Antara fauna tipe peralihan dan tipe australis terdapat garis weber.

Kondisi flora dan fauna di setiap daerah dipengaruhi oleh banyak hal seperti :
1. Tinggi rendah dari permukaan laut
2. Jenis tanah
3. Jenis hutan
4. Iklim
5. Pengaruh manusia, dan lain-lain
C. Macam / Jenis Perlindungan Flora dan Fauna / dan Tumbuhan – Metode Pelestarian Alam

Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :
• Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya.
• Cagar Alam
Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas, dsb.
• Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.
• Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional komodo, taman nasional gunung leuser, dll.
• Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb. Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut togean, dan banyak lagi contoh lainnya.
6. Kebun Binatang / Kebun Raya
Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

Dunia tumbuh-tumbuhan ( Flora ) dan dunia hewan ( fauna ) merupakan sumber kekayaan alam yang berharga sekali bagi manusia. Flora dan fauna merupakan bahan makanan, bahan pakaian, bahan bangunan dan juga bahan bakar. Karena itu flora dan fauna perlu dijaga kelestariannya.

belantaraindonesia.com
Flora dan fauna adalah tanaman dan satwa liar, yang asli liar di wilayah geografis yang sering disebut sebagai wilayah flora dan fauna. Kedua-duanya adalah istilah kolektif, merujuk pada kelompok tanaman atau satwa liar tertentu ke suatu daerah atau suatu periode waktu. Misalnya, flora dan fauna yang hangat dapat terdiri dari daerah tropis ke sedang hangat-tumbuhan dan jenis burung eksotis.
Definisi, flora berasal dari bahasa Latin yaitu Floradewi yang bunga. Flora dapat merujuk kepada sekelompok tanaman, sebuah penyelidikan dari kelompok tanaman, serta bakteri. Flora adalah akar kata bunga, yang berarti menyangkut bunga. Fauna dapat merujuk pada kehidupan hewan atau binatang klasifikasi dari daerah tertentu, jangka waktu, atau lingkungan. Fauna juga berasal dari bahasa Latin. Dalam Mitologi Romawi Fauna adalah kakak dari Faunus, roh yang baik dari hutan dan dataran.
Flora dan fauna di suatu wilayah yang biasanya dijelaskan dalam istilah biologi untuk menyertakan genus dan spesies tanaman dan hewan hidup, pilihan mereka tumbuh berkembang biak atau kebiasaan, dan sambungan ke satu sama lain di lingkungan juga. Selain kelompok geografis, lingkungan juga akan membantu lebih lanjut klasifikasi flora dan fauna. Misalnya, air flora dan fauna di kawasan merujuk kepada tanaman dan hewan yang hidup di dalam air atau sekitar satu wilayah geografis.
Biologists and environmentalists memepelajari flora dan fauna untuk sejumlah alasan. Pelestarian dan konservasi serta mendapatkan pemahaman baru biologi hanyalah beberapa alasan mengapa flora dan fauna yang sangat penting bagi peneliti. Beberapa organisasi, termasuk Fauna dan Flora International (FFI), bekerja sama untuk menggunakan mereka untuk penelitian dan temuan lebih lanjut tentang kebijakan konservasi dan pelestarian serta keanekaragaman hayati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar